Bab XI
Laporan dan usul
A. Laporan
1. Pengertian laporan
Seorang yang di tugas kan untuk meneliti suatu daerah atau suatu pokok persoaan tertentu, harus menyampai kan suatu laporan mengenai hal yang di tugaskan kepadanya itu. Laporan yang sebenarnya suatu jenis dokumen yag sangat bervariasi bentuknya ,dan sebab itu sukar di beri suatu batasan pengertian pengertian yang jelas .variasianya mulai dari suatu bentuk laaporan sederhana yang berbentuk angka-angka sebagai suatu gambaran mengenai perkembangan suatu persoalan, sampai kepada laporan yang terdiri daribeberapa jilid buku yang masing-masing terdiri dari ratusan halaman. Ada yang berbentuk isian formulir-formulir yang standar ,ada yang berbentuk surat, ada pula yang berbentuk buku.
laporan merupakan unsure yang sangat penting ,terutama dalam menyusun kebijaksanaan-kebijaksaan .
sebagai pegangan mengenai pengertian laporan ,kita dapat mengatakan bahwa laporan adalah suatu cara komunikasi dimana penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang di beban kan kepadanya.karena laporan yang di maksud sering mengambil bentuk tertulis ,maka dapat pula dikatakan bahwa laporan merupakan suatu macam dokumen yang menyampaikan informasi mengenai sebuah masalah yang telah atau tengah di selidiki ,dalam bentuk fakta-fakta yang di arah kan kepada pemikiran dan tindakan yang akan di ambil.
2. Dasar-dasar Laporan
Sebuah laporan bertolak dari beberapa dasar , yaitu : orang yang member lapora, pihak yang menerima laporan ,dan sifat dan tujuan umum laporan.
a. Pemberi laporan
Pertama-pertama laporan melibatkan orang atau pihak yang member laporan. Pemberi laporan dapat berupa perseorangan ,sebuah panitia yang di tugaskan untuk maksud tertentu. atau laporan dapat pula dibuat oleh perorangan atau badan kepada seseorang atau instansi yang di anggap perlu mengetahuinya walaupun tidak diminta.
b. Penerima laporan
Laporan bukan hanya dibuat oleh seorang atau suatu badan , tetapi laporan juga ditujukan atau akan disampaikan kepada seseorang atau suatu badan. Yang menerima laporan itu adalah orang atau badan yang menugaskan atau badan yang di anggap perlu mendapatkan laporan itu.
Hubungan dan pertalian yang berbeda antara pelapor dan penerima laporan ini akan member warna yang berbeda pula dalam gaya, isi dan tujuan laporan yang akan dibuat
c. Tujuan laporan
Tujuan laporan pada umumnya berkisar pada hal-hal berikut : untuk mengatasi suatu masalah,untuk mengambil suatu keputusan yang lebih efektif ,mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah, untuk mengadakan pengawasan dan perbaikan ,untuk menemukan teknik-teknik baru dan sebagainya.
3. Sifat laporan
Seperti halnya dengan semua jenis tulisan yang lain ,sebuah laporan akan di anggap baik atau buruk tergantung dari keberhasilannya dalam memenuhi fungsinya yaitu mempengaruhi pembaca seperti yang di harapkan. Hasil yang diharapkan dapat berujud perbaikan,perubahan,bantua ,perkembangan ,penegasan sikap, pengambilan keputusan ,sejalan dengan tujuan laporan itu.
Laporan harus mengandung imajinasi. Pengertian imaginasi disini meliputi masalah : pelapor harus tahu secara tepat secara tepat siapa yang akan menerima laporan.
Laporan yang dibuat harus sempurna dan komplit lalu , laporan juga harus di sajikan secara menarik.
4. Macam-macam laporan
Telah di singgung di atas bahwa ada laporan umum yang di buat untuk kepentingan duia usaha, dan ada pula laporan yang di buat untuk kepentingan dunia usaha,dan ada pula laporan yang di buat untuk kepentingan pendidikan . laporan-laporan umum( untuk perusahaan dsb.) dapat dibagi-bagi lagi sesuai dengan bentuk dan maksud.
a. Laporan berbentuk formulir isian
b. Laporan berbentuk surat
c. Laporan berbentuk memorandum
d. Laporan perkembangan dan laporan keadaan
e. Laporan berkala
f. Laporan laboratories
Pokok-pokok di bawah ini memperlihatkan unsur-unsur yang paling penting dari suatu kerangka laporan laboratories :
(1) Halaman judul ;
(2) Obyek, atau tujuan ;
(3) Teori : menyangkut teori mana yang di terapkan ;
(4) Metode : yang di maksud dengan metode di sini adalah prosedur-prosedur yang di tempuh
(5) Hasil-hasil yang di capai dalam percobaan ini dengan mempergunakan metode di atas ;
(6) Diskusi atas hasil yang telah di capai dalam percobaan;
(7) Kesimpulan;
(8) Apendiksi;
(9) Data asli.
g. Laporan formal dan semi –formal
Cirri-ciri umum yang di jadikan pegangan untuk menetapkan apakah sebuah laporan merupakan laporan formal, adalah :
(1) Harus ada halaman judul ;
(2) Biasanya ada sebuah surat-penyerahan;
(3) Walaupun tidak panjang ,sebuah laporan formal selalu memiliki sebuah daftar isi ;
(4) Ada sebuah ikhtisar (kadang-kadang abstrak) mengawali laporan;
(5) Ada bagian yang disebut pendahuluan ,sebagai suatu informasi awal bagi pembaca;
(6) Bila ada kesimpulan dan saran ( rekomendasi ) biasanya diberi judul tersediri;
(7) Isi laporan yang terdiri dari judul-judul dengan tingkat yang berbeda-beda.
(8) Nada yang di pergunakan adalah nada resmi, gayanya bersifat impersonal.
(9) Kalau perlu laporan formal disertai pula table-tabel dan angka-angka ,baik yang terjalin dalam satu bagian tersendiri.
(10) Laporan formal biasanya didokumentasikan secara khusus.
5. Struktur laporan formal
Struktur laporan, seperti juga karangna lainnya yang berbentuk buku harus meiputi unsure – unsure berikut :
A B
Halaman Judul Halaman Judul
Surat Pernyataan Surat Penyerahan
Daftar Isi Daftar Isi
Ikhtisar atau Abstrak Ikhtisar atau Abstrak
Pendahuluan Kesimpulan
Isi Laporan Saran (Rekomendasi)
Kesimpulan Pendahuluan
Saran (Rekomendasi) Isi Laporan
Apendiks Apendiks
Bibliografi Bibliografi
6. Bahasa dan Laporan
Bahasa yang digunakan dalam sebuah laporan formal haruslah bahasa yang baik, jelas dan teratur. Yang dimaksud dengan bahasa yang baik tidak perlu berarti bahwa laporan itu harus mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan. Tetapi sekurang – kurangnya dari segi sintajsis bahasanya teratur, jelas memperlihatkan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain, antara satu kalimat dengan kalimat yang lain.
7. Laporan Buku
Suatu macam laporan untuk kepentingan pendidikan atau perkuliahan di Perguruan Tinggi adalah apa yang dinamakan Laporan Buku. Laporan buku bertujuan untuk medorong mahasiswa membaca buku – buku yang diwajibkan atau yang dianjurkan serta meningkatkan kemampuan mereka memahami isi buku – buku tersebut.
8. Penutup
Mahasiswa ,pelajar, karyawan atau siapa saja dapat melakukan apa saja yang telah di urai kan di atas. Observasi yang di adakan,baik secara perseorangan maupun secara berkelompok akan bermanfaat bila di sudahi dengan sebuah laporan . semua hal yang dapat di amati atau dilihat selama melakukan sebuah obsevasi harus dicatat dengan cermat , sebab mungkin akan beguna sebagai kunci untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. hal ini sama saja dengan mempelajari sebuah buku. Bila laporan-laporan umum memperoleh bahan laporannya dari observasi penelitian dan sebagainya , maka laporan buku memperoleh bahannya dari sebuah buku yang telah di baca.
B. USUL
1. Pengertian Usul
Yang di maksud dengan usul atau proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan . dapat pula terjadi bahwa usul atau proposal itu sama sekali tidak di maksud kan untuk di kerjakan oleh orang atau badan yang menerima usul itu dapat melakukan apa yang di harapkan dalam proposal tersebut.
2. Sifat dan jenis usul
Bila semua tulisan lain dibuat berdasarkan bahan-bahan yang sudah tersedia atau sesuatu yang sudah terjadi ,sebaliknya usul dibuat berdasarkan sesuatu yang belum ada.
Macam-macam: bidang yang dewasa ini bias dijadikan sasaran usul yang bersifat bisnis adalah : penelitian ,pengembangan ,perencanaan ,dan pemasaran. Perusahaan –perusahaan inddustr-industri juga sering menyediakan dana-dana khusus untuk penelitian ,tetapi penelitian yang dikaitkan pada pengembangan usaha mereka, usaha lain yang sering dijumpai adalah perencanaan.
Seperti halnya dengan laporan ,usul masih dapat di bedakan lagi berdasarkan bentuknya .usul formal adalah usul yang memenuhi persyaratan bentuk tertentu. Bentuk usul semi formal dan non-formal merupaka variasi dari bentukk formal, karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu.
3. Usul non-formal
Usul-usul yang bersifat non-formal bentuknya beraneka ragam ,tergantung dari penulis,atau kesepakatan antara penulis dan penerima usul. Kadang-kadang usul non-formal di sampaikan juga dalam bentuk memorandum atau surat.
Terlepas dari bentuk mana yang akan di pergunakan ,sebuah usul non-formal ,selalu harus mengandung hal-hal berikut :
a. Masalah
b. Saran pemecah
c. Permohonan
4. Usul formal
Seperti halnya dengan semua tulisan formal yang lain, usul formal pun harus memenuhi persyaratan tertentu. Sekurang – kurangnya ada tiga bagian utama, yaitu Bagian Pelengkap Pendahuluan, Isi Usul, dan Bagian Pelengkap Penutup.
a. Bagian Pelengkap Pendahuluan
Beberapa bagian yang mutlak perlu dimasukkan dalam bagian pelengkap pendahuluan ialah surat pengantar atau memorandum pengantar, halaman judul, ikhtisar atau abstrak, daftar isi, dan penegasan permintaan.
b. Isi usul
Isi usul memuat uraian yang terperinci dari pekerjaan atau tugas yang akan dilakukan.masalah – masalah yang akan dikerjakan itu berbeda – beda sifatnya, disamping itu situasinya pun tidak sama bahkan pada pekerjaan – pekerjaan yang dianggap sejenis. Oleh sebab itu perincian isi sebuah usul tidak perlu seragam. Beberapa topic di bawah ini selalu akan dipertimbangkan untuk dimasukkan dalm sebuah usul.
1) Pembatasan Masalah
2) Latar Belakang
3) Luas – lingkup
4) Metodologi
5) Fasilitas
6) Personalia
7) Keuntungan dan kerugian
8) Lama waktu
9) Biaya
10) Laporan
c. Bagian Pelengkap Penutup
Bagian ini dengan laporan dan tulisan formal yang lain, berisi bahan kepustakaan, lampiran – lampiran gambar, table, dan sebagainya yang dipergunakan dalam usuk itu.
Jumat, 11 November 2011
Ketika Berwira Usaha Menjadi Pilihanku
Wirausaha adalah salah satu pilihan dalam menjalani bisnis tertetu. Saat ini wirausaha sedang menjadi booming di Indonesia. Banyak orang yang memilih srategi bisnis ini. Selain modalnya yang tidak terlalu besar, produk yang ditawarkan juga dapat merangsang peminat atau konsumen, sebab biasanya barang yang diperjual belikan tersebut merupakan baran – barang yang termasuk kebutuhan primer. Bisnis ini juga sangat bersahabat dengan para penikmat usaha, bila tekun, mampu melihat kebutuhan pasar, insyaallah wirausaha menjadi pilihan utama yang menjanjikan keuntungan yang menjanjikan.
Wirausaha juga tak jarang mendapatkan penghargaan dalam acara – acara penghargaan. Saya sendiri ingin menekuni bisnis ini, melihat pangsa pasar yang menjanjikan membuat saya tertarik untuk segera mendirikan bisnis tersebut.
Wirausaha juga tak jarang mendapatkan penghargaan dalam acara – acara penghargaan. Saya sendiri ingin menekuni bisnis ini, melihat pangsa pasar yang menjanjikan membuat saya tertarik untuk segera mendirikan bisnis tersebut.
Fotocopy Ramah Lingkungan
Fotocopy adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk memperbanyak atau mengcopy data, informasi maupun gagasan yang dinilai penting fungsinya. Fotocopy membutuhkan kertas sebagai alat untuk mengcopy suatu data, kertas yang dibutuhkan tidak sedikit, seiring dengan jumlah copian data tersebut. Fotocopy saat ini mudah dijumpai, di pinggir jalan, dan ditempat – tempat keramaian sekitarnya. Semakin banyak tempat untuk fotocopy, maka banyak juga bahan – bahan fotocopy yang dibutuhkan, dan bahan utamanya adalah kertas.
Saat ini penggunaan kertas yang berlebihan berdampak pada pemanasan global atau disebut juga global warming. Maka untuk mencegah fenomena alam tersebut yaitu salah satunya dengan cara mengurangi penggunaan kertas. Mengapa kertas? Karena kertas adalah salah satu bahan yang sulit utuk diurai atau di daur ulang kembali, dibutuhkan proses yang cukup lama untuk mendaur ulang kertas. Lain halnya dengan sampah – sampah organic yang mudah untuk di daur ulang dan mempunyai manfaat setelah dibuang sia –sia. Oleh karena itu untuk menjaga kelestarian dan kelangsungan hidup kita dan hidup generasi – generasi di bawah kita kelak, mari sama – sama kita mengurangi penggunaan kertas sebagai bahan atau alat yang dapat menghancurkan dunia kita.
Saat ini penggunaan kertas yang berlebihan berdampak pada pemanasan global atau disebut juga global warming. Maka untuk mencegah fenomena alam tersebut yaitu salah satunya dengan cara mengurangi penggunaan kertas. Mengapa kertas? Karena kertas adalah salah satu bahan yang sulit utuk diurai atau di daur ulang kembali, dibutuhkan proses yang cukup lama untuk mendaur ulang kertas. Lain halnya dengan sampah – sampah organic yang mudah untuk di daur ulang dan mempunyai manfaat setelah dibuang sia –sia. Oleh karena itu untuk menjaga kelestarian dan kelangsungan hidup kita dan hidup generasi – generasi di bawah kita kelak, mari sama – sama kita mengurangi penggunaan kertas sebagai bahan atau alat yang dapat menghancurkan dunia kita.
Budayakan Membaca
Membaca merupakan suatu wadah atau jembatan antara pembaca dengan topic atau gagasan dalam suatu bacaan. Dengan membaca kita dapat memperoleh informasi ataupun ilmu dari sumber – sumber gagasan tersebut. Membaca juga dapat meningkatkan daya ingat manusia, syaraf - syaraf psikomotorik dapat mencerna dari apa yang kita lihat dan baca langsung ke otak manusia, sehingga kita dapat merangsang apa yang kita lihat dan baca.
Suatu hal atau kegiatan yang bila kita lakukan tidak akan dapat memproleh kerugian adalah membaca. Seseorang dapat menjadi cerdas dan pintar dikarenakan raijin membaca, dengan membaca kita telah membuka jendela dunia mendapatkan informasi mengenai apa saja. Semua yang kita ingin cari tentang suatu informasi akan kita dapatkan dengan membaca, bagaimana kita dapat pintar bila kita tidak membaca? Maka mari kita sama – sama budayakan dan lestarikan membaca, agar hidup lebih baik dengan semua yang telah kita pahami dari bacaan tersebut.
Suatu hal atau kegiatan yang bila kita lakukan tidak akan dapat memproleh kerugian adalah membaca. Seseorang dapat menjadi cerdas dan pintar dikarenakan raijin membaca, dengan membaca kita telah membuka jendela dunia mendapatkan informasi mengenai apa saja. Semua yang kita ingin cari tentang suatu informasi akan kita dapatkan dengan membaca, bagaimana kita dapat pintar bila kita tidak membaca? Maka mari kita sama – sama budayakan dan lestarikan membaca, agar hidup lebih baik dengan semua yang telah kita pahami dari bacaan tersebut.
Baik dan Buruknya Iklan di Televisi
Televise dalah salah satu media yang sangat digemari oleh rakyat Indonesia, dengan adanya televise kita dapat mengetahui “sedang apa” diluar sana. Televise juga menawarkan sejumlah program yang cukup menarik untuk ditonton, seperti berita olahraga, berita, acara – acara talk show, dsb. Banyak manfaat yang kita dapati bila kita sering menonton acara televise, terutama berita. Sama halnya dengan Koran, berita yang ditawarkan atau di publish sama menariknya dengan televise, bedanya hanya televise yang mempunyai system audio visual, sedangkan Koran hanya visual saja. Televise juga sangat keterkaitan dengan adanya iklan. Iklan merupakan salah satu penghasilan terbesar di stasiun televise.
Namun, seiring dengan perkembangan teknologi broadcasting, stasiun – stasiun televise banyak menawarkan iklan yang beragam. Adanya keragaman iklan tersebut membuat terdapat pengaruh baik dan buruk dari iklan tersebut. Seperti halnya, iklan yang beradegan fulgar, atau beradegan kekerasan. Ini berdampak buruk terhadap para viewer terutama bagi kalangan yang masih dibawah umur. Mereka dapat meniru sesuatu yang cenderung negative dari iklan yang mereka saksikan tersebut. Jadi, diharapkan para stasiun televise untuk mensortir, iklan mana yang sebaiknya ditayangkan pada jam – jam tertentu, dan mana iklan –iklan yang dapat ditayangkan untuk semua umur.
Namun, seiring dengan perkembangan teknologi broadcasting, stasiun – stasiun televise banyak menawarkan iklan yang beragam. Adanya keragaman iklan tersebut membuat terdapat pengaruh baik dan buruk dari iklan tersebut. Seperti halnya, iklan yang beradegan fulgar, atau beradegan kekerasan. Ini berdampak buruk terhadap para viewer terutama bagi kalangan yang masih dibawah umur. Mereka dapat meniru sesuatu yang cenderung negative dari iklan yang mereka saksikan tersebut. Jadi, diharapkan para stasiun televise untuk mensortir, iklan mana yang sebaiknya ditayangkan pada jam – jam tertentu, dan mana iklan –iklan yang dapat ditayangkan untuk semua umur.
Jumat, 28 Oktober 2011
PENGARUH KRISIS GLOBAL TERHADAP PEDAGANG KAKI LIMA
Krisis ekonomi Global merupakan peristiwa di mana seluruh sektor ekonomi pasar dunia mengalami keruntuhan dan mempengaruhi sektor lainnya di seluruh dunia. Ini dapat kita lihat bahwa negara adidaya yang memegang kendali ekonomi pasar dunia yang mengalami keruntuhan besar dari sektor ekonominya. Bencana pasar keuangan akibat rontoknya perusahaan keuangan dan bank-bank besar di Negeri Paman Sam satu per satu, tinggal menunggu waktu saja.
Apakah yang menjadi penyebab krisis global ini? Semua bermula dari sebuah masalah di negara adikuasa yaitu Amerika Serikat. Berikut penjelasannya.
Bank - bank di Amerika (dan di luar Indonesia) sebenarnya secara garis besar ada 2 jenis, yang pertama disebut sebagai commercial bank contohnya Citibank, Bank of America, Wells Fargo. Bank ini bekerja seperti pada bank-bank yang dikenal di Indonesia yaitu menerima deposito dari masyarakat dan kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk kredit misalnya kredit usaha, kredit modal kerja, kredit KPR, kredit mobil, kartu kredit, student loan dan lain sebagainya. Yang kedua ada yang disebut sebagai investment bank contohnya Goldman Sachs, Lehman Brothers, Merril Lynch, Morgan Stanley. Ada 3 jenis kegiatan utama bank - bank ini yaitu investment banking, sales and trading dan research, yang menjadi tonggak utama kecanggihan pasar modal di Amerika Serikat.
Setiap bentuk usaha memerlukan modal, baik dalam bentuk modal investasi maupun modal kerja. Di Amerika ada 2 cara untuk mendapatkannya, pertama kita bisa meminjam ke bank commercial dan cara yang kedua adalah dengan metode securitization yang dijalankan oleh divisi investment banking.
Dalam proses investment banking ada 2 cara untuk mendapatkan modal. Yang pertama adalah dengan menjual saham kepada publik dengan proses IPO. Dan yang kedua adalah dengan meminjam kepada public dengan menerbitkan bond (surat utang). Selain perusahaan - bentuk badan hukum lain seperti pemerintah dan pemerintah daerah juga bisa menerbitkan surat utang ini (misalnya Surat Utang Negara). Proses ini dilakukan oleh perusahaan dengan dibantu oleh investment bank.
Dengan semakin canggihnya financial engineering di Amerika, para manajer keuangan di sana menjadi semakin kreatif. Timbul suatu ide bagaimana kalau pada kredit-kredit rumah seperti KPR itu dilakukan proses securitization? Dengan kata lain kalau sebelumnya perusahaan yang menerbitkan bond setiap bulan misalnya harus mencicil hutangnya kepada masyarakat - dengan analogi yang sama - pembayaran cicilan rumah di Amerika yang tadinya merupakan hak dari bank umum sekarang dipaketkan/securitized oleh divisi investment banking dari investment bank dan diperjualkan oleh divisi sales & tradingnya kepada publik.
Proses securitization ini banyak dilakukan oleh Lehman Brothers dan Merril Lynch dan paket “surat berharga” tersebut diperjualkan ke seluruh dunia. Termasuk bank-bank di Eropa dan Asia - (serta Indonesia).
Mengapa karena surat berharga ini menjadi salah satu alternatif investasi yang dilakukan oleh perusahaan - perusahaan pengelola keuangan dunia? Misalnya perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk premi asuransi. Kemudian perusahaan ini menginvestasikan uangnya dengan membeli berbagai macam saham, bond, komodities, real estate dan lain sebagainya. Celakanya banyak dari uang-uang ini dibelanjakan dalam bentuk surat berharga yang berbasiskan pembayaran kredit KPR di Amerika ini.
Krisis terjadi pada saat nilai surat-surat berharga ini menjadi nol alias valueless. Selama para pemilik rumah di Amerika bisa bayar cicilan rumah - ya semuanya akan berjalan lancar. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini karena suku bunga di Amerika Serikat sangat rendah selama bertahun-tahun. Begitu rendahnya sehingga memicu orang untuk ramai-ramai untuk membangun rumah. Dengan harapan rumahnya bisa dijual kembali untuk mendapatkan uang. Jadi para penduduk Amerika mengajukan kredit KPR ke bank - bangun rumah - harga rumah naik - jual rumah - bayar hutang - mendapatkan profit. Kalau tidak sanggup dapat KPR bisa dapat fasilitas subprime mortgage (bunga lebih tinggi dari normal). Saking ramainya orang-orang membangun rumah - stok rumah di Amerika menjadi oversupply. Harga rumah turun. Akibatnya ramai-ramai orang mengajukan default alias bangkrut. Bank - bank sekarang mendapatkan begitu banyak aset yang nilainya jatuh dan kehilangan sumber pendapatan kas. Surat berharga nilainya menjadi nol karena arus kas yang timbul dari cicilan rumah tidak ada lagi. Amerika rontok seluruh dunia kebagian.
Begitu juga di Indonesia, dampak terhadap krisis tersebut bukan hanya BANK yang sangat terasa sekali, tetapi krisis global juga terasa dampaknya bagi pengelola perusahaan skala besar, skala kecil hingga merembet pada pedagang kaki lima.
Pedagang kaki lima yang relative mempunyai modal yang minim bila dibandingkan dengan usha lain, tak ulur pula terkena dampak masalah ini. Karena krisis global tersebut omset penjualan serta keuntungan mereka dapat merosot tajam. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini dikarenakan lemahnya daya beli seseorang terhadap barang tersebut. Seseorang yang bekerja di suatu instansi atau perusahaan, relative perusahaan tersebut terkena dampak krisis global dan melemahkan nilai rupiah, sehingga pengeluaran seseorang yang biasanya cukup untuk membeli berbagai barang, tetapi saat terkena dampak krisis global seseornag cenderung lebih mementingkan membeli kebutuhan primernya dibanding membeli kebutuhan yang tidak terlalu penting.
Selain itu juga dikarenakan persaingan pada mini market atau super market yang lebih lengkap dan terpercaya da;am hal produk dibanding dengan pedagan kaki lima. Hal ini juga dapat membuat kesenjangan social atau stratifikasi social terhadap jenis bidang usaha tertentu.
Kesimpulannya dengan adanya krisis global bukan hanya dari sektor formal tetapi para pedagang kaki lima maupun pedagang besar merasakan penurunan dalam penjualan produk masing – masing.
Apakah yang menjadi penyebab krisis global ini? Semua bermula dari sebuah masalah di negara adikuasa yaitu Amerika Serikat. Berikut penjelasannya.
Bank - bank di Amerika (dan di luar Indonesia) sebenarnya secara garis besar ada 2 jenis, yang pertama disebut sebagai commercial bank contohnya Citibank, Bank of America, Wells Fargo. Bank ini bekerja seperti pada bank-bank yang dikenal di Indonesia yaitu menerima deposito dari masyarakat dan kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk kredit misalnya kredit usaha, kredit modal kerja, kredit KPR, kredit mobil, kartu kredit, student loan dan lain sebagainya. Yang kedua ada yang disebut sebagai investment bank contohnya Goldman Sachs, Lehman Brothers, Merril Lynch, Morgan Stanley. Ada 3 jenis kegiatan utama bank - bank ini yaitu investment banking, sales and trading dan research, yang menjadi tonggak utama kecanggihan pasar modal di Amerika Serikat.
Setiap bentuk usaha memerlukan modal, baik dalam bentuk modal investasi maupun modal kerja. Di Amerika ada 2 cara untuk mendapatkannya, pertama kita bisa meminjam ke bank commercial dan cara yang kedua adalah dengan metode securitization yang dijalankan oleh divisi investment banking.
Dalam proses investment banking ada 2 cara untuk mendapatkan modal. Yang pertama adalah dengan menjual saham kepada publik dengan proses IPO. Dan yang kedua adalah dengan meminjam kepada public dengan menerbitkan bond (surat utang). Selain perusahaan - bentuk badan hukum lain seperti pemerintah dan pemerintah daerah juga bisa menerbitkan surat utang ini (misalnya Surat Utang Negara). Proses ini dilakukan oleh perusahaan dengan dibantu oleh investment bank.
Dengan semakin canggihnya financial engineering di Amerika, para manajer keuangan di sana menjadi semakin kreatif. Timbul suatu ide bagaimana kalau pada kredit-kredit rumah seperti KPR itu dilakukan proses securitization? Dengan kata lain kalau sebelumnya perusahaan yang menerbitkan bond setiap bulan misalnya harus mencicil hutangnya kepada masyarakat - dengan analogi yang sama - pembayaran cicilan rumah di Amerika yang tadinya merupakan hak dari bank umum sekarang dipaketkan/securitized oleh divisi investment banking dari investment bank dan diperjualkan oleh divisi sales & tradingnya kepada publik.
Proses securitization ini banyak dilakukan oleh Lehman Brothers dan Merril Lynch dan paket “surat berharga” tersebut diperjualkan ke seluruh dunia. Termasuk bank-bank di Eropa dan Asia - (serta Indonesia).
Mengapa karena surat berharga ini menjadi salah satu alternatif investasi yang dilakukan oleh perusahaan - perusahaan pengelola keuangan dunia? Misalnya perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk premi asuransi. Kemudian perusahaan ini menginvestasikan uangnya dengan membeli berbagai macam saham, bond, komodities, real estate dan lain sebagainya. Celakanya banyak dari uang-uang ini dibelanjakan dalam bentuk surat berharga yang berbasiskan pembayaran kredit KPR di Amerika ini.
Krisis terjadi pada saat nilai surat-surat berharga ini menjadi nol alias valueless. Selama para pemilik rumah di Amerika bisa bayar cicilan rumah - ya semuanya akan berjalan lancar. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini karena suku bunga di Amerika Serikat sangat rendah selama bertahun-tahun. Begitu rendahnya sehingga memicu orang untuk ramai-ramai untuk membangun rumah. Dengan harapan rumahnya bisa dijual kembali untuk mendapatkan uang. Jadi para penduduk Amerika mengajukan kredit KPR ke bank - bangun rumah - harga rumah naik - jual rumah - bayar hutang - mendapatkan profit. Kalau tidak sanggup dapat KPR bisa dapat fasilitas subprime mortgage (bunga lebih tinggi dari normal). Saking ramainya orang-orang membangun rumah - stok rumah di Amerika menjadi oversupply. Harga rumah turun. Akibatnya ramai-ramai orang mengajukan default alias bangkrut. Bank - bank sekarang mendapatkan begitu banyak aset yang nilainya jatuh dan kehilangan sumber pendapatan kas. Surat berharga nilainya menjadi nol karena arus kas yang timbul dari cicilan rumah tidak ada lagi. Amerika rontok seluruh dunia kebagian.
Begitu juga di Indonesia, dampak terhadap krisis tersebut bukan hanya BANK yang sangat terasa sekali, tetapi krisis global juga terasa dampaknya bagi pengelola perusahaan skala besar, skala kecil hingga merembet pada pedagang kaki lima.
Pedagang kaki lima yang relative mempunyai modal yang minim bila dibandingkan dengan usha lain, tak ulur pula terkena dampak masalah ini. Karena krisis global tersebut omset penjualan serta keuntungan mereka dapat merosot tajam. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini dikarenakan lemahnya daya beli seseorang terhadap barang tersebut. Seseorang yang bekerja di suatu instansi atau perusahaan, relative perusahaan tersebut terkena dampak krisis global dan melemahkan nilai rupiah, sehingga pengeluaran seseorang yang biasanya cukup untuk membeli berbagai barang, tetapi saat terkena dampak krisis global seseornag cenderung lebih mementingkan membeli kebutuhan primernya dibanding membeli kebutuhan yang tidak terlalu penting.
Selain itu juga dikarenakan persaingan pada mini market atau super market yang lebih lengkap dan terpercaya da;am hal produk dibanding dengan pedagan kaki lima. Hal ini juga dapat membuat kesenjangan social atau stratifikasi social terhadap jenis bidang usaha tertentu.
Kesimpulannya dengan adanya krisis global bukan hanya dari sektor formal tetapi para pedagang kaki lima maupun pedagang besar merasakan penurunan dalam penjualan produk masing – masing.
Macam-Macam Penalaran
Penalaran merupakan proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan penalaran deduktif.
Penalaran memiliki berbagai macam metode, diantaranya adalah :
1.Penalaran Metode Induktif
Penalaran Metode Induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Macam-macam bentuk dari penalaran metode induktif , yaitu :
a)GENERALISASI
Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.
Generalisasi juga di sebut induksi tidak sempurna ( lengkap ). Guna menghindari generalisasi yang terburu – buru, Aristoteles berpendapat bahwa bentuk induksi semacam ini harus di dasarkan pada pemeriksaan atas seluruh fakta yang berhubungan, tapi semacam ini jarang di capai. Jadi kita harus mencari jalan yang lebih prakis guna membuat generalisasi yang sah. Adapun tiga cara untuk menentukan generalisasi :
a). Menambah jumlah kasus yang di uji, juga dapat menambah probabilitas sehatnya generalisasi. Maka harus seksama dan kritis untuk menentukan apakah generalisasi ( mencapai probabilitas ).
b). Hendaknya melihat adakah sample yang di selidiki cukup representatif mewakili kelompok yang di periksa.
c). Apabila ada kekecualian, apakah juga di perhitungkan dan di perhatikan dalam membuat dan melancarkan generalisasi?
b)ANALOGI
Analogi Induktif adalah suatu cara berfikir yang di dasarkan pada persamaan yang nyata dan terbukti. Jika memiliki suatu kesamaan dari yang penting, maka dapat di simpulkan serupa dalam beberapa karakteristik lainnya. Apabila hanya terdapat persamaan kebetulan dan perbandingan untuk sekedar penjelasan, maka kita tidak dapat membuat suatu kesimpulan.
Pemikiran ini berangkat dari suatu kejadian khusus ke suatu kejadian khususnya lainnya, dan menyimpulkan bahwa apa yang benar pada yang satu juga akan benar pada yang lain.
c)HUBUNGAN KAUSALITAS
Hubungan kausalitas merupakan sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. Ada 3 jenis hubungan kausal, yaitu:
1)Hubungan sebab-akibat.
Hubungan sebab-akibat dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat, gagasan pokok merupakan akibat, sedangkan gagasan penjelas sebagai sebab.
2)Hubungan akibat-sebab.
Hubungan akibat-sebab dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.
3)Hubungan sebab-akibat-akibat.
Hubungan sebab-akibat-akibat dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua, seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.
2.Penalaran Metode Deduktif
Penalaran Metode Deduktif merupakan proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini dimulai dari hal-hal yang berifat umum, menuju kepada hal-hal yang bersifat khusus.
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
a.Silogisme
Merupakan suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
Contoh:
Semua anak kelas 5A di SD Merah Putih gemar membaca
Budi adalah anak kelas 5A di SD Merah Putih
Jadi, Amino gemar membaca (konklusi / kesimpulan)
b.Entimen
Merupakan penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh :
Semua sarjana adalah orang cerdas
Shela adalah seorang sarjana
Jadi, Shela adalah orang cerdas
Dari silogisme ini dapat ditarik satu entimen, yaitu ”Shela adalah orang cerdas karena dia adalah orang sarjana”.
Penalaran memiliki berbagai macam metode, diantaranya adalah :
1.Penalaran Metode Induktif
Penalaran Metode Induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Macam-macam bentuk dari penalaran metode induktif , yaitu :
a)GENERALISASI
Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.
Generalisasi juga di sebut induksi tidak sempurna ( lengkap ). Guna menghindari generalisasi yang terburu – buru, Aristoteles berpendapat bahwa bentuk induksi semacam ini harus di dasarkan pada pemeriksaan atas seluruh fakta yang berhubungan, tapi semacam ini jarang di capai. Jadi kita harus mencari jalan yang lebih prakis guna membuat generalisasi yang sah. Adapun tiga cara untuk menentukan generalisasi :
a). Menambah jumlah kasus yang di uji, juga dapat menambah probabilitas sehatnya generalisasi. Maka harus seksama dan kritis untuk menentukan apakah generalisasi ( mencapai probabilitas ).
b). Hendaknya melihat adakah sample yang di selidiki cukup representatif mewakili kelompok yang di periksa.
c). Apabila ada kekecualian, apakah juga di perhitungkan dan di perhatikan dalam membuat dan melancarkan generalisasi?
b)ANALOGI
Analogi Induktif adalah suatu cara berfikir yang di dasarkan pada persamaan yang nyata dan terbukti. Jika memiliki suatu kesamaan dari yang penting, maka dapat di simpulkan serupa dalam beberapa karakteristik lainnya. Apabila hanya terdapat persamaan kebetulan dan perbandingan untuk sekedar penjelasan, maka kita tidak dapat membuat suatu kesimpulan.
Pemikiran ini berangkat dari suatu kejadian khusus ke suatu kejadian khususnya lainnya, dan menyimpulkan bahwa apa yang benar pada yang satu juga akan benar pada yang lain.
c)HUBUNGAN KAUSALITAS
Hubungan kausalitas merupakan sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. Ada 3 jenis hubungan kausal, yaitu:
1)Hubungan sebab-akibat.
Hubungan sebab-akibat dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat, gagasan pokok merupakan akibat, sedangkan gagasan penjelas sebagai sebab.
2)Hubungan akibat-sebab.
Hubungan akibat-sebab dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.
3)Hubungan sebab-akibat-akibat.
Hubungan sebab-akibat-akibat dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua, seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.
2.Penalaran Metode Deduktif
Penalaran Metode Deduktif merupakan proses penalaran untuk manarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini dimulai dari hal-hal yang berifat umum, menuju kepada hal-hal yang bersifat khusus.
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
a.Silogisme
Merupakan suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
Contoh:
Semua anak kelas 5A di SD Merah Putih gemar membaca
Budi adalah anak kelas 5A di SD Merah Putih
Jadi, Amino gemar membaca (konklusi / kesimpulan)
b.Entimen
Merupakan penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh :
Semua sarjana adalah orang cerdas
Shela adalah seorang sarjana
Jadi, Shela adalah orang cerdas
Dari silogisme ini dapat ditarik satu entimen, yaitu ”Shela adalah orang cerdas karena dia adalah orang sarjana”.
Langganan:
Postingan (Atom)
